Minggu, 12 November 2017
Kamis, 10 Agustus 2017
inspiratif
Sumber kekuatan baru bknlah uang yg berada dlm genggaman tangan beberapa orang, tp informasi di tangan orang banyak.
Perkuat Karakter Bangsa
Kecerdasan, penguasan ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa didasari keimanan dan takwa, tidak ada artinya.
Dengan kejurnas ini kami dapat mengukur tingkat pencapaian setiap provinsi, untuk menjadi atlet nasional. Kami menggunakan sistem scoring nirkabel sehingga dapat dipantau secara langsung.
Perkuat Karakter Bangsa
Presiden Jokowi: “Persinas ASAD Perkuat Karakter Bangsa”
Jakarta (8/8). Dalam 10 tahun ke depan lanskap politik dan
ekonomi Indonesia berubah. Generasi muda yang saat ini mengakses informasi dari
gadget, di masa depan mendominasi kehibupan berbangsa dan bernegara. Perubahan
gaya hidup tentu menggeser pula nilai dalam budi pekerti, budi luhur,
kesopanan, bahkan etos kerja.
Hal tersebut dinyatakan Presiden Joko Widodo atau Jokowi,
saat membuka kejuaraan Pasanggirinas dan Kejurnas Persinas ASAD Remaja 2017.
Jokowi mengingatkan bahwa kejuaraan ini, selain menjaga seni tradisi budaya
bangsa sekaligus membentuk karakter generasi muda. “Dengan ASAD mereka menjadi
pribadi yang mandiri, kuat, berani, dan memiliki etos kerja yang tinggi,” ujar
Jokowi.
Ia mengingatkan, kecerdasan, penguasan ilmu pengetahuan dan
teknologi tanpa didasari keimanan dan takwa, tidak ada artinya. “Kita harus
berterimakasih kepada pesantren, karena ikut membentuk karakter bangsa,
terutama pesantremn LDII,” kata Jokowi. Menurut Jokowi karakter yang luhur
dapat memperkokoh ukhuwah Islamiyah, watoniyah, dan basoriyah. Dengan karakter
itulah bangsa Indonesia yang bersatu mampu menjaga eksistensi Indonesia hingga
kini.
“Dengan 714 suku, 1.000-an bahasa, dan 17.000 pulau lebih,
bangsa ini tetap hidup rukun berdampingan. Ribut dalam keluarga besar itu
biasa, tapi bagaimana kita menyelesaikan dan terus menjaga silaturahmi, itu
yang penting,” jelas Jokowi.
Paeda perhelatan ini Jokowi memperoleh sabuk merah kehormatan,
yang disematkan langsung oleh Guru Besar Persinas ASAD. Jokowi mengenang, tujuh
tahun lalu ia pernah membuka secara resmi Kejurnas ASAD sebagai wali kota Solo,
"Kini berulang, tapi Presiden yang meresmikan," imbuhnya.
Sementara itu Ketua PB Persinas ASAD Brigjen (Purn) TNI Agus
Susarso mengatakan, pencak silat ASAD merupakan upaya untuk melestarikan budaya
bangsa. Para perwakilan dari 34 provinsi diwakili oleh 4.000 atlet. Mereka,
para remaja usia 14-18 tahun akan bertanding dalam kelas seni dan tanding,
“Dengan kejurnas ini kami dapat mengukur tingkat pencapaian setiap provinsi,
untuk menjadi atlet nasional. Kami menggunakan sistem scoring nirkabel sehingga
dapat dipantau secara langsung,” ujar Agus.
Ia menambahkan Persinas asad bertujuan meningkatkan kualitas
sumber daya manusia, sehingga dapat berperanserta dalam melestarikan budaya
bangsa Indonesia, meningkatkan kepekaan naluri masyarakat Indonesia agar dapat
selalu berperilaku menjunjung tinggi hak asasi manusia, berkepedulian sosial
dan lingkungan dalam kehidupan yang harmonis yaitu adanya keselarasan,
keserasian dan keseimbangan di dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan
bernegara.
“Kami mengangkat tema “Dengan Pencak Silat Kita Wujudkan
Jiwa Kesatria sebagai Karakter dan Jati Diri Bangsa untuk Mencapai Puncak
Prestasi” dengan harapan dapat menyiapkan kader altlet pencak silat yang
berprestasi di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Agus.
Menurut Agus, PB Persinas ASAD juga berharap, kejuaraan ini
dapat meningkatkan kerukunan, kekompakan, dan kerja sama yang baik, untuk lebih
menggalang Persatuan dan Kesatuan bangsa serta tegaknya Negara Kesatuan
Republik Indnesia (NKRI). Acara ini juga bertujuan membangun manusia seutuhnya,
serta mengangkat harkat dan martabat bangsa melalui kecintaan terhadap pencak
silat, sebagai salah satu budaya luhur bangsa Indonesia.
Langganan:
Postingan (Atom)










